Tut..tut..tut keyboard merangkai kata-kata ini dengan ditemani lantunan syair yang indah
“dunia.. indah diciptakan menawan hati kadang menggoda…”
Crep…deg…deg…deg…
Terasa sesak menyindir dalam…
Menyemangati aku lagi untuk senantiasa mengoreksi niat, mengoreksi apa yang telah dan akan aku lakukan.
Dunia ini…
Inginkah kau tanyakan tentang diriku???
Untuk apa hidupku?
“La tas-aluni” …
deg deg deg…
“La tas –aluni ‘an hayati, fahiya asrorul hayat….” (…jangan kalian tanya tentang hidupku. Ia adalah kehidupan yang penuh misteri…).
Yang ku katakan adalah diriku dan hidupku akan berubah jadi lebih baik dan bermanfaat!!!
Sambil ku baca kisah-kisah sahabat. Mereka telah menyemangatiku. Subhanallah… ku tanya pada diri, bisakah ku seperti mereka? Setidaknya aku sedikit meniru semangat jihadnya, aku bukan hanya memikirkan diriku sendiri, tapi umat ini. Kesuksesan bangsa adalah kumulatif kesuksesan pribadi.
Akhirnya ku berpikir. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, penghuni neraka kebanyakan adalah kaum hawa. Sebegitunya perempuan-perempuan punya banyak potensi untuk melakukan kemaksiatan yang menyeretnya ke neraka. Sebaliknya perempuan yang sholehah, wanita yang sholehah akan menandingi bidadari surga.
‘Addunya mal’uunatun mal’uunun maa fiihaa illaa dzikrullahi wamaa walahu aw ‘aaliman aw muta’alliman. (HR. Tirmidzi)
Dunia itu dilaknat apa saja yang ada di diatasnya, kecuali dzikir kepada Allah dan apa saja yang mengiringi dzikir kepada Allah atau orang yang mengajarkan ilmu atau orang yang mencari ilmu. ( HR. Tirmidzi).
Yang dilaknat adalah syahwat kepada dunia. Tapi tidak salah kalau kita menginginkan dunia. So, memang harus hati-hati dengan urusan dunia. Kesenangan dunia sesaat tapi sungguh menipu.
Janganlah tertipu oleh dunia. Gunakanlah dunia untuk berdzikir kepada Allah.
“Ali kenapa kamu gemetar, sangat ketakutan dan mengapa menangis?” . “Karena sudah 3 hari ini tidak ada orang yang meminta pertolongan kepadaku”, jawab Ali. “ karena menolong adalah bagian dari amalan”, tambahnya.
Ya Allah, betapa kita sering kali tak sampai berpikir seperti Ali. Sungguh menjadi orang yang dibutuhkan adalah kebahagiaan tersendiri, karena ini insyaAllah akan mnejadi ladang amal bagi kita.
Punya HP, maka manfaatkanlah untuk sarana berdzikir kepada Allah. untuk sms tausiyah kepada temen2, sarana ukhuwah dan jihad. Karena ini juga akan mengiringi dzikir kepada Allah. Bukan HP untuk sapa sayang-sayangan lawan jenis yang bukan mahromnya. InsyaAllah, mini sadar akan hal ini kan?
Alangkah indahnya HP dengan nuansa ilmu. Sarana untuk berbuat kebajikan. Bisa jadi HP yang akan mengantarkan kita ke surga. Dan bisa jadi juga HP-lah yang akan mengantarkan kita ke neraka.
Juga ilmu yang merupakan harta tak ternilai dibanding yang lain. Menuntut ilmu dan berbagi kepada yang lain. Salah satu amalan yang tak terputus sampai nanti di akhirat, selain amal jariyah dan anak sholeh.
Bagaimana cara kita memahami hidup?
Hidup adalah kumpulan berbagai peristiwa. Jadi antara peristiwa dan hidup tidak dapat dipisahkan. Selama masih hidup maka akan terjadi peristiwa, baik itu peristiwa menyenangkan atau tidak menyenangkan.
Hidup akan lebih bermakna ketika hidup itu banyak diwarnai dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Kenapa demikian? Karena di balik peristiwa itu selalu ada makna dan terdapat dua hamparan, yaitu hamparan ke surga dan hamparan ke neraka.
Misalkan saja, ketika kamu mesti berangkat ke kampus, tiba-tiba ban sepedamu bocor. Pasti kamu waktu itu, sungguh-sungguh kerja keras, berpikir apa yang akan kamu lakukan supaya kamu bisa tepat waktu sampai kampus dengan sepedamu yang saat itu ternyata bocor. Kamu harus membawanya, menyurungnya sampai bengkel, padahal bengkelnya sejauh 3 KM, karena memang rumahmu masih termasuk terpelosok desa. Hingga akhirnya sampai juga kamu ke kampus. Sesampai kampus, kamu tak hentinya menceritakan kisah ban bocor tadi kepada temen2 sekelas.
Benar kan, akan ada perasaan yang beda ketika kamu berangkat dengan mulus dan ketika kamu berangkat dengan harus berjuang keras dengan ban bocormu.
Ada 4 macam orang terkait dengan peristiwa yang ia alami dalam hidup ini. Pertama, orang yang dipenuhi dengan peristiwa menyenangkan, yang mana mengantarkan ia ke surga. contohnya saja, Allah menganugerahi dirimu dengan suara indah yang kamu gunakan untuk adzan. Kedua, orang yang dipenuhi peristiwa tidak menyenangkan tetapi tetap mengantarkan dia ke surga. contohnya, ketika kita sakit, kita tetep berprasangka baik kepada Allah, maka Allah akan menggugurkan dosa-dosanya bersama sakitnya tadi. Dan bahkan bisa jadi surga orang kedua lebih luas daripada orang yang pertama. Ketiga, orang yang dipenuhi kesenangan dunia yang mengantarkan dia ke neraka. Contohnya, ketika dititipi oleh Allah dengan melimpahnya harta tapi harta itu ia gunakan untuk diri sendiri, suara indah untuk nyanyi di depan umum apalagi wanita dan itu hanya untuk pamer. Keempat, orang yang dipenuhi peristiwa tidak menyenangkan dan ditambah pula peristiwa itu mengantarkan dia ke neraka. Sungguh rugi sekali. Contohnya, saya kan ikhwah sudah tak punya apa-apa, betapa tidak adil sekali Allah memberi sakit. Yang akhirnya sholatnya jarang jarang. Contoh lain, orang yang tak punya yang suka mencuri.
Astaghfirullah…
Ketika hari-hari misal selama kos kekurangan uang. Betapa seringnya emosi ini mudah terpancing. Kadang sedih. Tapi ternyata mau sedih atau mau tidak sedih tidak akan mengubah, kalau kita tak bergerak. Maka dimulai dengan ikhtiar mencari sumber rezeki. Kalau kita mau berusaha, InsyaAllah Allah akan memudahkannya. Ini bukanlah permasalahan yang besar yang membuatmu berputus asa akan keadaan. Karena lihatlah orang di bawah yang belum beruntung bisa kuliah seperti kita. Kadang aku memang kasian juga. Kadang dia menangis. Maka, aku selalu mengajaknya untuk kontinu dalam shaum sunnah dan kalau bisa shaum dawud. Inilah yang akan menjaga hati, mengontrol emosi dan menenangkan pikiran. Semoga orientasi dan niatan puasa senatiasa untuk Allah SWT. Amiiin…
Smangat!3x… rajin!3x…
Dunia ini sungguh sangat sebentar dibandingkan nanti di akhirat yang abadi. Pilihan ada di tangan masing-masing kita. Memilih hamparan menuju ke surga atau hamparan menuju ke neraka. Sungguh ketika kamu bayangkan saja, hidup di dunia yang sementara saja ngerasanya lama juga. Apalagi di akhirat nanti yang abadi, tak terbayang.
Seperti ujian. Nilai kita yang ditentukan oleh proses dan yang pasti adalah ujian akhir. Untuk mendapatkan nilai A, B, C, D atau E dalam KHS, ternyata hanya ditentukan dalam waktu singkat saja. Dan itu akan abadi dalam ijazah kuliah kamu dan kamu tidak akan bisa mengubahnya kecuali masa2 untuk mengubahnya masih tersisa sebelum kamu diwisuda. Kalau nilaimu tidak memenuhi syarat lulus kamu di DO. Kamu waktu itu pasti merasakan hasil jerih payahmu sendiri. Ketika dalam kuliah kamu selalu nyantai, belajarpun hanya malam ujian, maka kamu akan merasa kesusahan dalam ujian akhir dan bisa jadi nilai kamu akan jelek dan kamu sangat kecewa karena tidak belajar dengan sebaik-baiknya dan terlena dengan kebahagiaan masa2 kuliah. Terus gimana dengan niali A tapi hasil nyontek, maka ini akan berakibat dalam kehidupanmu yang memang suka menipu dan tidak jujur serta membodohi diri sendiri. Kamu tidak merasa puas, karena kamu mendapat nilai A tanpa kerja keras, kamu akan kesusahan dalam mencari pekerjaan, meski diterima dalam masa2 kerja yang memang kamu seharusnya bertanggungjawab terhadap nilai Amu, kamu jadi bingung karenanya, bisa jadi tidak dipercaya dan akhirnya males kerja lagi. Semoga kita tidak termasuk orang yang merugi. Amiiin…
Hai mini, selipkan di setiap doa-doamu memohon ampun dan petunjuk kepadaNya dan ikhtiarmu untuk berupaya menemukan jalan menuju ke surga. Kalau lagi susah, berikhtiarlah, bersabar dan bertawakallah kepadaNya.
Ya Allah tetapkan orientasi hidup ini bukan dunia tetapi agama ini.
Ya Allah, gulitakan hati kami dari segala pesona dunia agar kami terlena karena buaiannya, terangkan hati kami dari segala keindahan akhirat agar di hati ini tiada lagi rindu kecuali untuk bertemu denganMu.
“dunia.. indah diciptakan menawan hati kadang menggoda…”
Crep…deg…deg…deg…
Terasa sesak menyindir dalam…
Menyemangati aku lagi untuk senantiasa mengoreksi niat, mengoreksi apa yang telah dan akan aku lakukan.
Dunia ini…
Inginkah kau tanyakan tentang diriku???
Untuk apa hidupku?
“La tas-aluni” …
deg deg deg…
“La tas –aluni ‘an hayati, fahiya asrorul hayat….” (…jangan kalian tanya tentang hidupku. Ia adalah kehidupan yang penuh misteri…).
Yang ku katakan adalah diriku dan hidupku akan berubah jadi lebih baik dan bermanfaat!!!
Sambil ku baca kisah-kisah sahabat. Mereka telah menyemangatiku. Subhanallah… ku tanya pada diri, bisakah ku seperti mereka? Setidaknya aku sedikit meniru semangat jihadnya, aku bukan hanya memikirkan diriku sendiri, tapi umat ini. Kesuksesan bangsa adalah kumulatif kesuksesan pribadi.
Akhirnya ku berpikir. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, penghuni neraka kebanyakan adalah kaum hawa. Sebegitunya perempuan-perempuan punya banyak potensi untuk melakukan kemaksiatan yang menyeretnya ke neraka. Sebaliknya perempuan yang sholehah, wanita yang sholehah akan menandingi bidadari surga.
‘Addunya mal’uunatun mal’uunun maa fiihaa illaa dzikrullahi wamaa walahu aw ‘aaliman aw muta’alliman. (HR. Tirmidzi)
Dunia itu dilaknat apa saja yang ada di diatasnya, kecuali dzikir kepada Allah dan apa saja yang mengiringi dzikir kepada Allah atau orang yang mengajarkan ilmu atau orang yang mencari ilmu. ( HR. Tirmidzi).
Yang dilaknat adalah syahwat kepada dunia. Tapi tidak salah kalau kita menginginkan dunia. So, memang harus hati-hati dengan urusan dunia. Kesenangan dunia sesaat tapi sungguh menipu.
Janganlah tertipu oleh dunia. Gunakanlah dunia untuk berdzikir kepada Allah.
“Ali kenapa kamu gemetar, sangat ketakutan dan mengapa menangis?” . “Karena sudah 3 hari ini tidak ada orang yang meminta pertolongan kepadaku”, jawab Ali. “ karena menolong adalah bagian dari amalan”, tambahnya.
Ya Allah, betapa kita sering kali tak sampai berpikir seperti Ali. Sungguh menjadi orang yang dibutuhkan adalah kebahagiaan tersendiri, karena ini insyaAllah akan mnejadi ladang amal bagi kita.
Punya HP, maka manfaatkanlah untuk sarana berdzikir kepada Allah. untuk sms tausiyah kepada temen2, sarana ukhuwah dan jihad. Karena ini juga akan mengiringi dzikir kepada Allah. Bukan HP untuk sapa sayang-sayangan lawan jenis yang bukan mahromnya. InsyaAllah, mini sadar akan hal ini kan?
Alangkah indahnya HP dengan nuansa ilmu. Sarana untuk berbuat kebajikan. Bisa jadi HP yang akan mengantarkan kita ke surga. Dan bisa jadi juga HP-lah yang akan mengantarkan kita ke neraka.
Juga ilmu yang merupakan harta tak ternilai dibanding yang lain. Menuntut ilmu dan berbagi kepada yang lain. Salah satu amalan yang tak terputus sampai nanti di akhirat, selain amal jariyah dan anak sholeh.
Bagaimana cara kita memahami hidup?
Hidup adalah kumpulan berbagai peristiwa. Jadi antara peristiwa dan hidup tidak dapat dipisahkan. Selama masih hidup maka akan terjadi peristiwa, baik itu peristiwa menyenangkan atau tidak menyenangkan.
Hidup akan lebih bermakna ketika hidup itu banyak diwarnai dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Kenapa demikian? Karena di balik peristiwa itu selalu ada makna dan terdapat dua hamparan, yaitu hamparan ke surga dan hamparan ke neraka.
Misalkan saja, ketika kamu mesti berangkat ke kampus, tiba-tiba ban sepedamu bocor. Pasti kamu waktu itu, sungguh-sungguh kerja keras, berpikir apa yang akan kamu lakukan supaya kamu bisa tepat waktu sampai kampus dengan sepedamu yang saat itu ternyata bocor. Kamu harus membawanya, menyurungnya sampai bengkel, padahal bengkelnya sejauh 3 KM, karena memang rumahmu masih termasuk terpelosok desa. Hingga akhirnya sampai juga kamu ke kampus. Sesampai kampus, kamu tak hentinya menceritakan kisah ban bocor tadi kepada temen2 sekelas.
Benar kan, akan ada perasaan yang beda ketika kamu berangkat dengan mulus dan ketika kamu berangkat dengan harus berjuang keras dengan ban bocormu.
Ada 4 macam orang terkait dengan peristiwa yang ia alami dalam hidup ini. Pertama, orang yang dipenuhi dengan peristiwa menyenangkan, yang mana mengantarkan ia ke surga. contohnya saja, Allah menganugerahi dirimu dengan suara indah yang kamu gunakan untuk adzan. Kedua, orang yang dipenuhi peristiwa tidak menyenangkan tetapi tetap mengantarkan dia ke surga. contohnya, ketika kita sakit, kita tetep berprasangka baik kepada Allah, maka Allah akan menggugurkan dosa-dosanya bersama sakitnya tadi. Dan bahkan bisa jadi surga orang kedua lebih luas daripada orang yang pertama. Ketiga, orang yang dipenuhi kesenangan dunia yang mengantarkan dia ke neraka. Contohnya, ketika dititipi oleh Allah dengan melimpahnya harta tapi harta itu ia gunakan untuk diri sendiri, suara indah untuk nyanyi di depan umum apalagi wanita dan itu hanya untuk pamer. Keempat, orang yang dipenuhi peristiwa tidak menyenangkan dan ditambah pula peristiwa itu mengantarkan dia ke neraka. Sungguh rugi sekali. Contohnya, saya kan ikhwah sudah tak punya apa-apa, betapa tidak adil sekali Allah memberi sakit. Yang akhirnya sholatnya jarang jarang. Contoh lain, orang yang tak punya yang suka mencuri.
Astaghfirullah…
Ketika hari-hari misal selama kos kekurangan uang. Betapa seringnya emosi ini mudah terpancing. Kadang sedih. Tapi ternyata mau sedih atau mau tidak sedih tidak akan mengubah, kalau kita tak bergerak. Maka dimulai dengan ikhtiar mencari sumber rezeki. Kalau kita mau berusaha, InsyaAllah Allah akan memudahkannya. Ini bukanlah permasalahan yang besar yang membuatmu berputus asa akan keadaan. Karena lihatlah orang di bawah yang belum beruntung bisa kuliah seperti kita. Kadang aku memang kasian juga. Kadang dia menangis. Maka, aku selalu mengajaknya untuk kontinu dalam shaum sunnah dan kalau bisa shaum dawud. Inilah yang akan menjaga hati, mengontrol emosi dan menenangkan pikiran. Semoga orientasi dan niatan puasa senatiasa untuk Allah SWT. Amiiin…
Smangat!3x… rajin!3x…
Dunia ini sungguh sangat sebentar dibandingkan nanti di akhirat yang abadi. Pilihan ada di tangan masing-masing kita. Memilih hamparan menuju ke surga atau hamparan menuju ke neraka. Sungguh ketika kamu bayangkan saja, hidup di dunia yang sementara saja ngerasanya lama juga. Apalagi di akhirat nanti yang abadi, tak terbayang.
Seperti ujian. Nilai kita yang ditentukan oleh proses dan yang pasti adalah ujian akhir. Untuk mendapatkan nilai A, B, C, D atau E dalam KHS, ternyata hanya ditentukan dalam waktu singkat saja. Dan itu akan abadi dalam ijazah kuliah kamu dan kamu tidak akan bisa mengubahnya kecuali masa2 untuk mengubahnya masih tersisa sebelum kamu diwisuda. Kalau nilaimu tidak memenuhi syarat lulus kamu di DO. Kamu waktu itu pasti merasakan hasil jerih payahmu sendiri. Ketika dalam kuliah kamu selalu nyantai, belajarpun hanya malam ujian, maka kamu akan merasa kesusahan dalam ujian akhir dan bisa jadi nilai kamu akan jelek dan kamu sangat kecewa karena tidak belajar dengan sebaik-baiknya dan terlena dengan kebahagiaan masa2 kuliah. Terus gimana dengan niali A tapi hasil nyontek, maka ini akan berakibat dalam kehidupanmu yang memang suka menipu dan tidak jujur serta membodohi diri sendiri. Kamu tidak merasa puas, karena kamu mendapat nilai A tanpa kerja keras, kamu akan kesusahan dalam mencari pekerjaan, meski diterima dalam masa2 kerja yang memang kamu seharusnya bertanggungjawab terhadap nilai Amu, kamu jadi bingung karenanya, bisa jadi tidak dipercaya dan akhirnya males kerja lagi. Semoga kita tidak termasuk orang yang merugi. Amiiin…
Hai mini, selipkan di setiap doa-doamu memohon ampun dan petunjuk kepadaNya dan ikhtiarmu untuk berupaya menemukan jalan menuju ke surga. Kalau lagi susah, berikhtiarlah, bersabar dan bertawakallah kepadaNya.
Ya Allah tetapkan orientasi hidup ini bukan dunia tetapi agama ini.
Ya Allah, gulitakan hati kami dari segala pesona dunia agar kami terlena karena buaiannya, terangkan hati kami dari segala keindahan akhirat agar di hati ini tiada lagi rindu kecuali untuk bertemu denganMu.
No comments:
Post a Comment